Masa lalu adalah masa lampau yang mungkin banyak kisah dalam perjalanan hidup yang tak sebaik dan seindah masa sekarang. Penuh dosa, merasa hina bahkan merasa tak layak lagi menerima ampunan Nya. Gelap gulita menjadi tempat dalam menjalankan hidup, tanpa cahaya, tanpa tobat dan tanpa mengingat Sang Pencipta Allah Ta’ala.
Manusia memang tempat khilaf dan dosa. Tapi tobat dengan memohon ampunan bisa menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya, yakni dari masa lalu yang begitu kelam dengan sekumpulan dosa-dosa yang begitu besar.
Kita sebagai Manusia Tidak ada yang tau, orang yang kita anggap hina bisa jadi ia jauh lebih mulia di kemudian hari yakni di hadapan Allah Ta’ala, dari pada diri kita dengan kesombongan yang menganggap diri jauh lebih baik darinya.
Kesombongan ini akan mematikan cahaya serta meredupkan keimanan yang akan membuat diri jauh lebih hina dari yang dianggap hina.
Saat ini berbangga dengan amal yang diperbuat, sehingga menyokong kan kepala.
Tapi hari esok tidak lah ada yang tau, menjadi orang yang bertaqwa atau hina.
Esok bisa saja mati dalam keadaan penuh dosa. Maka jangan sesekali kita sombong kan amal ibadah kita dan mengecilkan orang lain.
Hilangkan sifat sombong dalam membanggakan diri dengan amal ibadah yang diperbuat, sehingga tidak mudah menggambarkan seseorang jauh dari standar kebaikan.
Post Top Ad
Responsive Ads Here
Selasa, 18 Februari 2020
Home
Nasehat
Jangan Pernah Menilai Seseorang Dari Masa Lalunya, Bisa Jadi Di Masa Depan Ia Jauh Lebih Baik Dari Diri Kita
Jangan Pernah Menilai Seseorang Dari Masa Lalunya, Bisa Jadi Di Masa Depan Ia Jauh Lebih Baik Dari Diri Kita
Tags
# Nasehat
Share This
About Admin
Nasehat
Labels
Nasehat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Post Bottom Ad
Responsive Ads Here
UTUSAN INDONESIA
situs ini adalah situs berita yang akan memberikan informasi terpercaya dan menarik seputar dunia politik dan berita keren yang ada di indonesia dan dunia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar